Kamis, 11 Juni 2015

Perkembangbiakan Tanaman Vegetatif secara Alami



       I.         JUUDUL
Perkembangbiakan Tanaman Vegetatif Secara Alami

    II.           TUJUAN
Untuk mengetahui perkembangbiakan tanaman vegetative secara alami

 III.           METODE
Pada praktikum “Perkembangbiakan Tanaman Secara Vegetatif Secara Alami”, praktikan hanya melakukan kegiatan presentasi/diskusi. Tanaman yang dibahas pada diskusi topic ini adalah tanaman pisang, binahong, stroberi, melati air, kentang, kersen, euphorbia, cocor bebek, dan lili paris. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya tentang cara perkembangbiakan vegetative secara alami pada salah satu tanaman yang sudah ditentukan oleh asisten praktikum.

 IV.            HASIL DAN PEMBAHASAN
Perkembangbiakan tanaman dapat dilakukan secara generative dan vegetative.Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda.Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme yang lebih sederhana, biasanya satu sel, bereproduksi secara aseksual.Pada reproduksi seksual/generatif terjadi persatuan dua macam gamet dari dua individu yang berbeda jenis kelaminnya, sehingga terjadi percampuran materi genetik yang memungkinkan terbentuknya individu baru dengan sifat baru.
Handoyo (2011) mengatakan perkembangbiakan vegetatif merupakan perkembangbiakan yang tanpa didahului adanya pertemuan/ peleburan sel kelamin. Oleh karena itu hasil perkembangbiakan secara tak kawin sifatnya sama seperti induknya. Perbanyakan secara vegetatif adalah cara perkembangbiakan tanaman dengan menggunakan bagian-bagian tanaman seperti batang, cabang, ranting, pucuk daun, umbi dan akar, untuk menghasilkan tanaman yang baru, yang sama dengan induknya.Perbanyakan atau perkembangbiakan vegetative dapat dilakukan secara alami dan buatan. Perbanyakan vegetative secara alami dapat dilakukan melalui tunas, umbi batang, umbi lapis, stolon, rhizome, dan tunas adventif. Sedangkan perkembangbiakan vegetative secara buatan dapat dilakukan dengan cara cangkok, stek, dan kultur jaringan
Gustafsson dalam Bhojwani dan Bhatnagar (2009) membedakan reproduksi vegetatif menjadi 3 tipe, yaitu : 1) propagul terbentuk di luar daerah bunga dan meskipun terdapat organ seksual yang fungsional. Merekamenyebarkan dengan cara bulbils dan bulblets. Spesiesmungkin memiliki organ seksual yang steril serta, tidak terjadi fertilisasi. 2) Propagul terbentuk diluar daerah pembungaan dan organ seksualnya steril. 3) Propagul terbentuk di cabang bunga baik disamping maupun di tempat bunga tumbuh. Tipe ini mirip seperti tanaman bakau.
Pada praktikum “Perkembangbiakan Tanaman Secara Vegetatif Secara Alami”, praktikan hanya melakukan kegiatan presentasi/diskusi. Tanaman yang dibahas pada diskusi topic ini adalah tanaman pisang, binahong, stroberi, melati air, kentang, kersen, euphorbia, cocor bebek, dan lili paris. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya tentang cara perkembangbiakan vegetative secara alami pada salah satu tanaman yang sudah ditentukan oleh asisten praktikum.
Tanaman pisang tumbuh di daerah tropic karena menyukai iklim panas dan memerlukan sinar matahari penuh.Pisang merupakan tanaman yang berbuah hanya sekali, kemudian mati. Tingginya antara 2-9 m, berakar serabut dengan batang bawah tanah (bonggol) yag pendek. Dari mata tunas yang ada pada bonggol inilah bisa tumbuh tanaman baru. Pisang mempunyai batang semu yang sebenarnya tersusun atas tumpukan pelepah daun yang tumbuh dari batang bawah tanah sehingga mencapai ketebalan 20 -50 cm. daun yang paling muda terbentuk dibagian tengah tanaman, keluarnya menggulung dan terus tumbuh memanjang, kemudian secara progresif membuka.
Pisang memiliki ciri khas pada batangnya berupa batang semu.Batang semu merupakan tumpukan pelepah daun yang tersusun secara rapat dan teratur.Percabangan tanaman ini bertipe simpodial, dengan meristem ujung memanjang dan membentuk bunga dan buah.Sedangkan bagian bawah batang menggembung berupa umbi yang disebut bonggol.Pucuk lateral ‘sucker’ muncul dari kuncup pada bonggol selanjutnya tumbuh menjadi tunas.Perbanyakan tanaman pisang secara konvensional menggunakan anakan atau sucker. Suyanti dan Supriyadi (2010) mengungkapkan bahwa batang bawah tanaman ini memiliki mata tunas kemudian tumbuh menjadi tunas anakan (sucker) yang dapat digunakan sebagai bahan tanam selanjutnya.
Bibit tanaman pisang pada umumnya diperbanyak secara vegetatif, yaitu dengan menggunanakan yang tumbuh dari bonggol induknya. Bibit tanaman pisang juga dapat diperoleh dari bonggol tanaman pisang yang dibelah-belah yang terdapat pada bonggol tersebut. Bibit yang diperoleh dari bonggol pisang yang dibelah-belah itu dikenal dengan nama bibit bit, sedangkan bibit yang berupa anakan disebut sucker atau tunas (Cahyono, 2010)
Klasifikasi Tanaman Pisang menurut Imam dan Akhera (2011); Warintek (2011) :
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Ordo                : Zingiberales
Famili             : Musaceae
Genus              : Musa
            Spesies            : Musa paradisiacal
Reproduksi vegetative tanaman pisang dapat dilakukan secara alami dan buatan. Reproduksi vegetative tanaman pisang secara alami melalui pembentukan tunas, sedangkan reproduksi vegetative secara buatan dapat dilakukan melalui kultur jaringan. Namun, pada presentasi kelompok 9 hanya focus membahas tentang reproduksi vegetative secara alami yaitu melalui pembentukan tunas.
Bibit pisang berasal dari pemisahan anakanuntuk langsung ditanam di kebun.Bahan yang paling baik digunakan adalah anakan pedang(tinggi 41-100 cm), daunnya berbentuk seperti pedangdengan ujung runcing. Bibit anakan setelah dipisahkan harus segera ditanam, jikaterlambat akan meningkatkan serangan hama penggerekdan kematian di kebun. Apabila pada saat tanamkekurangan air dalam waktu yang cukup lama, bibit akanlayu dan mati bagian batangnya, tetapi bonggol yangtertimbun dalam tanah masih mampu untuk tumbuh danmemulai pertumbuhan kembali membentuk bonggol barudi atas bonggol yang lama.Untuk menghindari kejadian tersebut, sebelum menanamanakan dipotong 5 cm diatas leher bonggol dan caramenanamnya ditimbun 5 cm dibawah permukaan tanah.
Jenis anakan pada tanaman pisang ada dua, yaitu sword sucker (anakan berdaun pedang) dan water sucker (anakan berdaun lebar). Sword Sucker adalah anakan dengan pangkal batang yang besar, memiliki model daun yang menyempit dan meruncing, serta memiliki akar yang kuat.. Sedangkan water sucker adalah anakan dengan daun yang lebar yang belum waktunya ukuran daun tersebut lebar dan hal ini menjadi kekurangan dan perbedaan tersendiri dengan sword sucker yang berdaun runcing. Water sucker memiliki akar yang lemah. Anakan yang harus dipertahankan adalah sword sucker (anakan berdaun pedang) karena anakan ini akan menghasilkan tandan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan water sucker.
Menurut Beukema dan van der Zaag (1979), pertumbuhan tanamankentang dapat dibagi menjadi tiga fase, yaitu (1) fase pertumbuhan tunas(preemergence-emergence), (2) fase pertumbuhan brangkasan (haulm growth),dan (3) fase pertumbuhan umbi (tuber growth).
Pada fase pertumbuhan tunas (preemergence), tunas dapat tumbuh, baik di dalam ruangan penyimpanan maupun di lapangan, dengan atau tanpa cahaya matahari. Moorby dan Milthorpe (1975) menyatakan bahwa setelah umbi  mengakhiri masa dormansi, tunas mulai tumbuh. Laju pertumbuhan tunas bergantung pada suhu dan kelembaban. Pada suhu tinggi tunas tumbuh lebih cepat sehingga tanaman tumbuh lebih awal di atas permukaan tanah. Jika kondisi tanah kering, umbi kehilangan bobot sehingga tunas tumbuh lebih lambat.
Umbi yang digunakan sebagai bibit adalah umbi yang telah keluar tunas sepanjang 1 cm. Tunas apikal yang telah tumbuh lebih dari 3 cm biasanya dibuang sebelum umbi ditanam untuk menghilangkan dominansi apikal dan memacu pertumbuhan tunas lateral agar pertumbuhan tanaman lebih seragam. Pembuangan tunas apikal tidak berpengaruh terhadap luas daun dan bahan kering tanaman, tetapi akan mempengaruhi saat munculnya tanaman di atas permukaan tanah (Allen, 1978). Tunas apikal akan tumbuh lebih awal yang selanjutnya diikuti oleh pertumbuhan tunas lateral.
Fase pertumbuhan brangkasan (haulm growth) dimulai sejak daun pertama terbuka di atas permukaan tanah sampai tercapai bobot kering maksimum. Sejak daun pertama terbuka, kegiatan fotosintesis dimulai sehingga peran umbi induk sebagai pemasok karbohidrat dalam pertumbuhan tanaman sedikit demi sedikit berkurang dan akhirnya tidak berfungsi sama sekali.
Pada fase pertumbuhan umbi (tuber growth) terjadi persaingan yang kuat antara umbi dengan bagian atas tanaman (shoot) yang sama-sama tumbuh dan sama-sama berperan sebagai penerima (sink).Persaingan itu berhenti setelah pertumbuhan brangkasan mencapai maksimum dan hanya umbi yang berfungsi sebagai penerima, sedangkan brangkasan berubah menjadi sumber.
Umbi kentang adalah modifikasi dari batang dan merupakan organ penyimpanan makanan, umbi memiliki dua ujung. Heel berhubungan dengan stolon dan kutup berlawanannya disebut apical/distal/rose. Umbi memiliki mata tunas umbi yang tersusun dalam lingkaran spiral pada permukaan umbi dan berpusat pada ujung umbi (apikal). Jumlah mata umbi umumnya 2 – 14 tergantung ukuran umbi. Mata tunas umbi terletak pada ketiak dari daun yang berbentuk seperti sisik disebut alis (eyebrows). Tunas apikal memiliki dominansi sehingga akan secara normal tumbuh lebih dulu, ketika tunas apikal dihilangkan, atau mati, tunas yang lain akan terstimulasi untuk tumbuh.Satu mata tunas umbi dapat menghasilkan satu  atau lebih tanaman.
Klasifikasi Kentang menurut Samadi (1997)
            Kingdom         : Plantae
Divisio             : Spermatophyta
Subdivisio       : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Ordo                : Tubiflorae
Famili              : Solanaceae
Genus              : Solanum
Spesies            : Solanum tuberosum Linn.
Dalam proses pembentukan umbi berlangsung dua bagian proses penting,yaitu pembentukan stolon dan pembentukan umbi dari stolon tersebut. MenurutKumar dan Wareing (1972) dan Harris (1978), stolon adalah perubahan bentukdari tunas batang yang biasanya ada di bawah permukaan tanah. Stolon berbedadengan tunas batang karena ruasnya panjang, sisik daun kecil dengan ujungmembengkok, sedikit mengandung klorofil, serta tumbuh lateral. Faktor-faktoryang mendorong perkembangan stolon adalah tunas apikal, keadaan gelap,lembab, dan hormon tumbuh, tetapi setek batang yang tidak mempunyai tunasapikal dan hanya mempunyai sebuah mata tunas samping dan tanpa akar ternyatajuga bisa membentuk stolon. Dengan akar justru tidak membentuk stolon,melainkan membentuk tunas batang (Kumar dan Wareing, 1972).
Menurut Moorby (1978), stolon yang terbentuk belum pasti akan berubah menjadi umbi karena bisa berubah tumbuh ke atas menjadi batang. Pembentukan umbi dimulai di daerah di bawah stolon apikal dengan pembengkakan ruas pertama (Plaisted, 1975), yaitu pada sel-sel parenkhima jaringan floem dalam dan luar (Reeve dkk., 1973; Burton, 1981).Fase itu dinamakan fase inisiasi umbi. Dijelaskan oleh Levy (1978) bahwa saat inisiasi umbi merupakan faktor pentingdalam penentuan hasil, khususnya di daerah bersuhu tinggi, yang karena suhutinggi, inisiasi umbi sering terhambat.
Menurut Harris (1978), Stolon kentang adalah pucuk yang biasanya tumbuh dari nodia paling pangkal di bawah permukaan tanah. Stolon tersebut merupakan pucuk diagetropik dengan internodia yang panjang, berbentuk seperti kail pada ujungnya dan susunan daunnya  membentuk spiral dengan jarak tertentu. Pada dasar batang utama tanaman kentang akan tumbuh akar dan stolon. Pada bagian akar terdapat percabangan membentuk rambut-rambut akar fungsi untuk penyerapan zat hara. Stolon yang beruas pada bagian ujung akan membengkak membentuk umbi namun ada stolon yang tumbuh menjadi tanaman baru. Seluruh stolon tidak dapat membentuk umbi. Stolon yang tidak tertutup tanah akan berkembang menjadi batang vertikal yang ditumbuhi daun-daun. Menurut Moorby (1978), stolon yang terbentuk belum pasti akan berubah menjadi umbi karena bisa berubah tumbuh ke atas menjadi batang. Pembentukan umbi dimulai di daerah di bawah stolon apikal dengan pembengkakan ruas pertama (Plaisted, 1975), yaitu pada sel-sel parenkhima jaringan floem dalam dan luar (Reeve dkk., 1973; Burton, 1981).Fase itu dinamakan fase inisiasi umbi. Dijelaskan oleh Levy (1978) bahwa saat inisiasi umbi merupakan faktor penting dalam penentuan hasil, khususnya di daerah bersuhu tinggi, yang karena suhu tinggi, inisiasi umbi sering terhambat.
Menurut Rubazky dan Yamaguchi (1998), tanaman kentang yang dihasilkan secara aseksual (tunas) dari umbi memiliki akar serabut dengan percabangan halus, agak dangkal, dan akar adventif berserat yang menyebar sedangkan tanaman yang tumbuh dari biji membentuk akar tunggang ramping dengan akar lateral.Tanaman kentang dari biji lebih kuat perakarannya daripada dengan cara tunas. Mungkin itu yg menyebabkan petani lebih banyak menanam kentang dengan menggunakan biji.
Tanaman binahong adalah tanaman asli yang berasal dari Amerika Selatan yang disebut juga Anredera cordifolia (Ten) Steenis.Binahong merupakan tumbuhan menjalar yang berumur panjang (perenial) dan panjangnya bisa mencapai ± 5m.Tanaman ini tumbuh baik di cuaca tropis dan sub-tropis (Pink, 2004).
Klasifikasi tanaman Binahong menurut Mus (2008) :
            Kingdom         : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio    : Spermetophyta (menghasilkan biji)
Divisio             : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
Subkelas          : Hammelidae
Ordo                : Caryophyllales
Familia            : Basellaceae
Genus              : Anredera
Spesies            : Anredera sp
Tanaman binahong memiliki bentuk daun tunggal, daun bertangkai pendek, susunannya berseling, berwarna hijau, berbentuk jantung, panjangnya 5-10 cm dan lebar 3-7 cm, helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk, tepi daun rata, permukaan daun licin, dan daunnya bisa dimakan. Batang dari tanaman binahong lunak, berbentuk silindris, saling membelit, permukaan halus, dan berwarna merah. Bentuk bunganya majemuk rimpang, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun, mahkota berwarna krem keputih-putihan berjumlah lima helai tidak berlekatan dan panjang helai mahkota 0,5-1 cm serta berbau harum. Bentuk dari akarnya adalah akar rimpang dan berdaging lunak.
Reproduksi vegetative pada tanaman binahong dapat dilakukan secara alami dan buatan.Reproduksi vegetative alami terjadi menurut sifat pembawaan tumbuhan itu sendiri.Pada tanaman binahong, reproduksi vegetative secara alami menggunakan akar rimpang dan stolon (geragih).Sedangkan vegetative buatan pada tanaman binahong dapat dilakukan melalui stek batang.      
Menurut Lawrence (1960) tanaman stroberi diklasifikasikan ke dalam :
            Kingdom         : Plantae
            Divisio             : Spermatophyta
            Sub divisio      : Angiospermae
            Kelas               : Dicotyledonae
            Familly            : Rosaceae
            Genus              : Fragaria
            Spesies            : Fragaria sp.
Susunan tubuh tanaman stroberi terdiri dari akar, batang, stolon, daun, bunga, buah, dan biji.Akar pada stroberi dewasa merupakan akar adventif yang menggantikan fungsi dari akar primer. Akar primer pada stroberiyang merupakan akartunggang tidak berkembang dan akan mati. Akar adventif muncul dari ruas-ruasbatang (Edmond et. al., 1979).Daun tanaman stroberi tersusun pada tangkai yang berukuranagak panjang.Tangkai daun tanaman berbentuk bulat serta seluruhpermukaannya ditumbuhi oleh bulu-bulu halus.Helai daun bersusun tiga(trifolia), dengan bagian tepi daun bergerigi, permukaan daun berwarna hijau danmempunyai berstruktur tipis. Daun dapat bertahan hidup selama 1-3 bulan, dankemudian daun akan kering dan mati. Bentuk, warna danketebalan daun beragam, dipengaruhi oleh kultivar dan faktor lingkungan sepertipanjang hari, intensitas cahaya dan temperatur (Rukmana, 1998).
Menurut Gunawan (2003) internode pada tanaman stroberi sangat pendeksehingga jarak daun yang satu dengan yang lainnya sangat kecil dan memberipenampakan seperti rumpun tanpa batang.Batang utama dan daun yang tersusunrapat disebut crown.
Bunga stroberi tersusun dalam malai (cluster) dan merupakan bungahermaprodit. Dalam satu individu bunga terdapat lima atau lebih sepal yangberwarna hijau, lima atau lebih petal yang berwarna putih, sejumlah stamen dan sejumlah pistil yang menempel pada satu reseptakel yang membesar (Edmond et al., 1979; Gunawan, 2003).Bunga primer adalah bunga yang pertamakali mekar pada setiap malai,kemudian disusul oleh bunga-bunga lainnya.Penyerbukan bunga dibantu olehserangga (lebah) dan angin (Rukmana, 1998).
Edmond et al. (1979) dan Gunawan (2003) menyatakan bahwa buahstroberi yang berwarna merah sebenarnya adalah reseptakel yang membesar,sedangkan buah sejatinya yang berasal dari ovul berkembang menjadi buah keringdengan biji keras yang disebut achene. Menurut Ashari (1995), buah yang muncul dari bunga primer mempunyai ukuranpaling besar, diikuti oleh buah yang muncul dari bunga sekunder, tersier dankuartener.
Biji stroberi berukuran kecil, pada setiap buah menghasilkan banyak biji.Biji berukuran kecil terletak di antara daging buah.Pada skala penelitian ataupemuliaan tanaman biji merupakan alat perbanyakan tanaman secara generatif.
Batang tanaman stroberi beruas-ruas pendek, bertekstur lunak, tidak berkayu, dan berbuku-buku.Batang ini tersembunyi di antara tangkai-tangkai daun stroberi.Batangtanaman banyak mengandung air (herbaceous), tertutupi oleh pelepah daun,sehingga seolah-olah tampak seperti rumpun tanpa batang.Buku-buku batang yang tertutup oleh sisi daun mempunyai kuncup (gemma).Kuncup ketiak dapat tumbuh menjadi anakan atau stolon. Stolon akan tumbuh memanjang dan menghasilkan beberapa calon tanaman baru. Tanaman stroberi menghasilkan tiga jenis tunas, yaitu tunas yang tumbuh menjadi tajuk yang disebut crown, tunas yang berkembang menjadi tunas memanjang yang disebut runner, dan tunas yang membentuk tandan bunga. ((Edmond et al., 1979)
Reproduksi vegetative alami pada tanaman stroberi dilakukan melalui stolon. Stolon adalah perpanjangan tunas yang tumbuh horizontal sejajar dengan permukaan tanah (menjalar) yang merupakan organ perbanyakan vegetative. Pada stolon terdapat ruas-ruas yang dapat mencapai 30 cm. Pada ruas terdapat tunas/pucuk aksilar yang dilindungi oleh bractea yang berkembang menjadi anakan-anakan stroberi.Anakan ini membentuk akar pada saat pucuk membentuk daun trifoliate. Anakan yang terbentuk dari stolon adalah anakan vegetative yang karakter dan sifatnya akan sama dengan induknya. Stolon yang tumbuh segera dipotong atau dipisahkan dari rumpun induk sebagai bahan tanaman (bibit).Bibit yang berasal dari stolon disebut geragih atau runners.Tunas danakar stolon tumbuh membentuk generasi (tanaman) baru. Stolon yang tumbuhmandiri dapat segera dipotong atau dipisahkan dari rumpun induk sebagai bahantanaman (bibit).Bibit yang berasal dari stolon disebut geragih atau runners.Masa pertumbuhan vegetatif membentuk daun-daun baru setiap 8-12 haridan bertahan 1-3 bulan kemudian kering.
Klasifikasi Tanaman Melati Air :
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Ordo                : Alismatales
Famili              : Alismataceae
Genus              : Echinodorus
Spesies            Echinodorus palaefolius
Tanaman melati air merupakan tanaman air yang tinggi tanamannya dapat mecapai 2 meter.Tanaman ini memiliki daun berbentuk jantung dengan susunan daun melengkung, ujung daun membulat, pangkal daun berlekuk, dan tepi daun rata.Batang tanaman melati air berbentuk silindris dan berwarna hijau.Tanaman ini memiliki bunga berwarna putih dan sangat suka dengan air karena habitatnya di tempat yang berair, namun tanaman ini tidak memiliki buah.
Bunga melati air berwarna putih dan muncul sepanjang waktu.Bunga inilah yang digunakan untuk perbanyakan.Setelah mekar dan keluar tunasnya, kemudian keluar daun.Daun ini lalu dipotong dan ditancapkan ke media tanam.Satu pucuk bisa berisi 3 tunas. Bisa langsung ditanam sekaligus, bisa pula dipecah satu-satu.  tetapi harus diingat, kadar stres melati air cukup tinggi. Bila ingin memecah bunga, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Saat tanaman ini stress daun akan hangus atau kering. Daun yang stres ini sebaiknya dipotong agar daun lainnya masih bisa ber­kembang dan bagus tampilannya. (Soerianegara, I, & A. Indrawan, 1978).
Klasifikasi Tanaman Kersen menurut Tjitrosoepomo (1991) :
            Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Divisi               : Spermatophyta (Tumbuhan biji)
Anak Divisi     : Angiospermae (Tumbuhan biji tertutup)
Kelas               : Dicotyledoneae (Tumbuhan dikotil)
Anak Kelas     : Dialypetalae
Bangsa            : Malvales / Columniferae
Suku                : Elaeocarpaceae
Genus              : Muntingia
Spesies            : Muntingia calabura L.
Tanaman kersen merupakan tanaman yang dapat tumbuh dan berbuah dengan cepat sepanjang tahun.Buah kersen terasa sedikit lengket di tangan ketika dipetik. Buahnya berbentuk bulat berdiameter (1-1,25 cm), dengan warna merah atau kadang-kadang kuning, kulitnya tipis dan halus. Apabila dimakan buah ini berair dengan rasa yang sangat manis, memiliki aroma yang khas tetapi tidak tajam, bijinya sangat halus dan berwarna kekuningan. Buah kersen biasa dimakan langsung atau dimasak untuk campuran tart dan dibuat selai.
Reproduksi vegetative secara alami pada tanaman kersen melalui tunas adventif. Tunas adventif merupakan tunas liar atau tunas yang tumbuh selain dari apical dan ketiak daun.
Klasifikasi tanaman Lili Paris menurut Gunawan (2003)
Kingdom                     : Plantae
Subkingdom                : Tracheobionta
Super divisi                 : Sprematophyta
Divisi                           : Magnoliophyta
Kelas                           : Liliopsida
Ordo                            : Liliaceae
Famili                          : Anthericaceae
Genus                          : Chlorophytum
Spsies                          : Chlorophytum comosum
Reproduksi vegetative alami pada lili paris yaitu dengan stolon. Lili paris dapat berkembang biak tanpa bunga. Tanaman ini berkembang biak dengan batang yang memanjang/ menjulur dan pada ujung batang yang menjulur tersebut terdapat tanaman kecil yang identik dengan tanaman induk. Jika tanaman kecil ini berakar di tanah mereka tumbuh menjadi identik seperti tanaman induknya.Reproduksi aseksual ini membantu spesies ini bertahan dalam kondisi yang keras.Tipe dari perkembang biakan ini membutuhkan sedikit energi.Keturunan yang dihasilkan oleh reproduksi aseksual ini lebih matang dan tidak mudah dirugikan oleh kondisi yang keras.Perbungaanmembawaplanletdi ujungcabang, yang akhirnyaterkulaidanmenyentuhtanah, mengembangkanakaradventif. Batang(scapes) dariperbungaandisebut"stolons" dalambeberapa sumber, tetapi istilahinilebih tepatdigunakanuntukbatangyangtidak menanggungbunga, danmemiliki akardinode(Hickey, M.;Raja, C, 2001)
Klasifikasi euphorbia menurut Plantamor.com
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Euphorbiales
Famili              : Euphorbiaceae
Genus              : Euphorbia
Spesies            : Euphorbia milii
Cara perkembangbiakan tanaman euphorbia secara vegetative alami adalah dengan tunas.Tunas tersebut muncul dari celah mahkota bunga, berupa helaian daun, lama-lama tunas akan berkembang, daunnya bertambah, sementara itu mahkota bunga akan mengering. Euphorbia reproduksi secara vegetatif alami menggunakan propagul yang terbentuk pada cabang bunga Ketika propagul menyentuh tanah akan membentuk akar dan menjadi individu baru. Bunga  euphorbia  muncul  membentuk  dompolan-dompolan,  setiap  dompol  terdiri  atas  4-32  kuntum.  Ada  empat  bagian  utama  bunga,  yaitu  mahkota  bunga  semu,  benang sari, putik dan bakal buah.
Klasifikasi cocor bebek menurut Plantamor.com :
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Ordo                : Saxifragales
Familia            : Crassulaceae
Genus              : Kalanchoe
Species            : Kalanchoe pinnata (Lam.) Pers.
Tanaman ini dapat bereproduksi secara generatif (seksual) melalui biji dan dapat pula secara vegetatif (aseksual) dengan membuat plantlet (bulbil atau gemmae) di sepanjang daunnya. Yang dimaksud adalah kalus yang berkembang menjadi tunas yang dapat menghasilkan akar dan selanjutnya tumbuh menjadi individu baru atau yang disebut plantlet. Daun sukulen yang dimiliki oleh cocor bebek mempunyai kemampuan untuk membentuk akar dan berkembang menjadi individu baru ketika dipisahkan dari tumbuhan induknya.Penelitian-penelitian yang dilakukan untuk mempelajari reproduksi vegetatif pada Kalanchoe ini kebanyakan dilakukan pada jenis Kalanchoe daigremontiana.

    V.            KESIMPULAN
Berdasarkan kegiatan presentasi yang dilakukan oleh masing-masing kelompok, dapat disimpulkan bahwa :
1.      Reproduksi vegetative tanaman pisang secara alami melalui pembentukan tunas. Bibit tanaman pisang pada umumnya diperbanyak secara vegetatif, yaitu dengan menggunanakan yang tumbuh dari bonggol induknya. Bibit tanaman pisang juga dapat diperoleh dari bonggol tanaman pisang yang dibelah-belah yang terdapat pada bonggol tersebut. Bibit yang diperoleh dari bonggol pisang yang dibelah-belah itu dikenal dengan nama bibit bit, sedangkan bibit yang berupa anakan disebut sucker atau tunas
2.      Kentang melakukan reproduksi aseksual alami melalui umbi batangnya. Pertumbuhan tanamankentang dapat dibagi menjadi tiga fase, yaitu (1) fase pertumbuhan tunas(preemergence-emergence), (2) fase pertumbuhan brangkasan (haulm growth),dan (3) fase pertumbuhan umbi (tuber growth).
3.      Pada tanaman binahong, reproduksi vegetative secara alami menggunakan akar rimpang dan stolon (geragih).
4.      Reproduksi vegetative alami pada tanaman stroberi dilakukan melalui stolon. Stolon adalah perpanjangan tunas yang tumbuh horizontal sejajar dengan permukaan tanah (menjalar) yang merupakan organ perbanyakan vegetative. Pada stolon terdapat ruas-ruas yang dapat mencapai 30 cm. Pada ruas terdapat tunas/pucuk aksilar yang dilindungi oleh bractea yang berkembang menjadi anakan-anakan stroberi. Anakan ini membentuk akar pada saat pucuk membentuk daun trifoliate. Anakan yang terbentuk dari stolon adalah anakan vegetative yang karakter dan sifatnya akan sama dengan induknya. Stolon yang tumbuh segera dipotong atau dipisahkan dari rumpun induk sebagai bahan tanaman (bibit). Bibit yang berasal dari stolon disebut geragih atau runners. Tunas danakar stolon tumbuh membentuk generasi (tanaman) baru. Stolon yang tumbuhmandiri dapat segera dipotong atau dipisahkan dari rumpun induk sebagai bahantanaman (bibit). Bibit yang berasal dari stolon disebut geragih atau runners.Masa pertumbuhan vegetatif membentuk daun-daun baru setiap 8-12 haridan bertahan 1-3 bulan kemudian kering
5.      Reproduksi vegetative alami pada tanaman melati air yaitu melaui tunas. Bunga melati air berwarna putih dan muncul sepanjang waktu. Bunga inilah yang digunakan untuk perbanyakan. Setelah mekar dan keluar tunasnya, kemudian keluar daun. Daun ini lalu dipotong dan ditancapkan ke media tanam. Satu pucuk bisa berisi 3 tunas. Bisa langsung ditanam sekaligus, bisa pula dipecah satu-satu.  tetapi harus diingat, kadar stres melati air cukup tinggi. Bila ingin memecah bunga, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Saat tanaman ini stress daun akan hangus atau kering. Daun yang stres ini sebaiknya dipotong agar daun lainnya masih bisa ber­kembang dan bagus tampilannya.
6.      Reproduksi vegetative secara alami pada tanaman kersen melalui tunas adventif. Tunas adventif tumbuh dari apical dan ketiak daun.
7.      Reproduksi vegetative alami pada lili paris yaitu dengan stolon. Lili paris dapat berkembang biak tanpa bunga. Tanaman ini berkembang biak dengan batang yang memanjang/ menjulur dan pada ujung batang yang menjulur tersebut terdapat tanaman kecil yang identik dengan tanaman induk. Jika tanaman kecil ini berakar di tanah mereka tumbuh menjadi identik seperti tanaman induknya. Perbungaanmembawaplanletdi ujungcabang, yang akhirnyaterkulaidanmenyentuhtanah, mengembangkanakaradventif. Batang(scapes) dariperbungaandisebut"stolons" dalambeberapa sumber, tetapi istilahinilebih tepatdigunakanuntukbatangyangtidak menanggungbunga, danmemiliki akardinode.
8.      Cara perkembangbiakan tanaman euphorbia secara vegetative alami adalah dengan tunas. Tunas tersebut muncul dari celah mahkota bunga, berupa helaian daun, lama-lama tunas akan berkembang, daunnya bertambah, sementara itu mahkota bunga akan mengering. Euphorbia reproduksi secara vegetatif alami menggunakan propagul yang terbentuk pada cabang bunga Ketika propagul menyentuh tanah akan membentuk akar dan menjadi individu baru.
9.      Reproduksi vegetative alami pada cocor bebek adalah dengan tunas adventifnya. secara vegetatif (aseksual) dengan membuat plantlet (bulbil atau gemmae) di sepanjang daunnya. Yang dimaksud adalah kalus yang berkembang menjadi tunas yang dapat menghasilkan akar dan selanjutnya tumbuh menjadi individu baru atau yang disebut plantlet. Daun sukulen yang dimiliki oleh cocor bebek mempunyai kemampuan untuk membentuk akar dan berkembang menjadi individu baru ketika dipisahkan dari tumbuhan induknya.  Penelitian-penelitian yang dilakukan untuk mempelajari reproduksi vegetatif pada Kalanchoe ini kebanyakan dilakukan pada jenis Kalanchoe daigremontiana.